Header Ads

Isoopo Motivation
  • Breaking News

    Info Virus Corona 2019-nCoV Covid-19 Lengkap Apa & Bagaimana




    Update : Selasa, 07 Oktober 2020 15:42 WIB

    Peneliti dari King's College, London mengidentifikasikan enam jenis virus corona berdasarkan tipe gejalanya. Temuan ini didasarkan pada data yang dikumpulkan dari aplikasi COVID Symptom Study King's College London.
    Studi ini dilakukan di 1.600 pasien di seluruh Inggris dan AS, yang mencatat gejala COVID-19 antara bulan Maret dan April. Karena sebagian besar pasien cenderung mengunjungi rumah sakit ketika mengalami keparahan, pasien diminta untuk mengungkapkan secara rinci gejala yang mereka derita dalam 8-10 hari pertama infeksi.

    Dalam studi tersebut, tiga kelompok dittemukan termasuk dalam kategori ringan, sementara tiga kelompok termasuk dalam kategori yang lebih parah dan lebih mungkin berdampak pada mereka yang lebih tua, atau dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya.

    "Studi kami menggambarkan pentingnya pemantauan gejala dari waktu ke waktu untuk membuat prediksi tentang risiko dan hasil diagnosa lebih canggih dan akurat. Pendekatan ini membantu kami memahami cerita yang terungkap dari penyakit ini pada setiap pasien sehingga mereka bisa mendapatkan perawatan terbaik," kata dr Carole Sudre, peneliti utama studi, dikutip dari CBS News.

    Berdasarkan tingkat keparahan, ada enam kelompok utama infeksi yang dapat diidentifikasi, yakni:
     
    1. Seperti flu tanpa demam:
    Gejala: Sakit kepala, kehilangan bau, nyeri otot, batuk, sakit tenggorokan, sakit dada, tidak ada demam.

    2. Seperti flu dengan demam:
    Gejala: Sakit kepala, kehilangan bau, batuk, sakit tenggorokan, suara serak, demam, kehilangan nafsu makan

    3. Gastrointestinal:
    Gejala: Sakit kepala, kehilangan bau, kehilangan nafsu makan, diare, sakit tenggorokan, sakit dada, tidak batuk

    4. Tingkat parah 1, kelelahan:
    Gejala: Sakit kepala, kehilangan bau, batuk, demam, suara serak, nyeri dada, kelelahan

    5. Tingkat parah 2, kebingungan:
    Gejala: Sakit kepala, kehilangan bau, kehilangan nafsu makan, batuk, demam, suara serak, sakit tenggorokan, nyeri dada, kelelahan, kebingungan, nyeri otot

    6. Tingkat parah 3, sakit perut dan pernapasan:
    Gejala: Sakit kepala, kehilangan bau, kehilangan nafsu makan, batuk, demam, suara serak, sakit tenggorokan, sakit dada, kelelahan, kebingungan, nyeri otot, sesak napas, diare, sakit perut

    Para peneliti menambahkan mereka baru-baru ini mengidentifikasi ruam kulit sebagai gejala lain dari infeksi virus corona, tetapi itu tidak diakui sebagai gejala selama ketika data dikumpulkan untuk analisis. Jadi sampai saat ini, ruam masih belum terpetakan dalam enam jenis virus corona.

    Sumber : - https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5202982/pakar-temukan-6-jenis-infeksi-virus-corona-berdasarkan-gejala-apa-saja

     


    Berikut ini beberapa tanda-tanda atau gejala virus corona (covid-19) lainnya yang perlu diketahui:

    1. Demam
    Ciri-ciri terkena virus Corona salah satunya adalah demam. Demam menjadi tanda kunci Covid-19. Namun hal itu tidak selalu berarti jika suhu tubuhmu lebih tinggi atau lebih rendah dari suhu normal maka kamu positif corona. Beberapa orang memang memiliki suhu tubuh inti yang lebih rendah atau lebih tinggi dari suhu tubuh normal, yaitu 37 derajat Celcius. Oleh karena itu para ahli mengatakan bahwa jangan memfokuskan pada angka.

    Jika terjadi infeksi, tubuh akan meresponnya dengan demam. Kamu perlu memeriksakan ke dokter untuk memastikan penyebab yang lebih tepat.

    2. Sesak Napas
    Dikutip dalam CNN, sesak napas atau napas pendek ini bisa terjadi tanpa diikuti dengan batuk. Jika kamu merasakan hal ini, seperti dada terasa ketat atau seperti tidak bisa bernapas maka itu bertanda bahwa kamu harus segera memeriksakannya ke dokter dengan segera. Hal itu dikarenakan ciri-ciri terkena virus Corona yang satu ini adalah yang paling serius.

    CDC (Centers for Disease Control and Prevention) juga menyebutkan, tanda-tanda peringatan darurat lainnya untuk COVID-19 sebagai "rasa sakit yang terus menerus atau tekanan di dada," dan "bibir atau wajah yang kebiruan," yang dapat mengindikasikan kekurangan oksigen. Jika merasakan hal itu maka segeralah periksakan diri ke dokter.

    3. Batuk
    Batuk kering menjadi salah satu awal dari gejala virus corona (https://www.detik.com/tag/gejala-virus-corona) . Batuk kering adalah salah satu gejala umum yang banyak dirasakan oleh pasien terinfeksi COVID-19. Tetapi batuk akibat virus Corona bukanlah batuk biasa. Batuk tersebut akan sangat mengganggu dan bisa dirasakan datang dari dalam dada.

    4. Diare
    Awalnya para peneliti tidak berpikir bahwa diare akan muncul sebagai salah satu ciri-ciri terkena virus Corona. Namun kini dengan semakin banyaknya penelitian tentang korban yang selamat, maka ditemukanlah ciri-ciri terkena virus Corona yang baru ini dikarenakan banyak pasien selamat yang mengaku mengalami gejala tersebut.

    Dr. Sanjay Gupta mengatakan bahwa dalam sebuah penelitian di China yang meneliti sekitar 200 pasien yang paling awal terinfeksi, ditemukan bahwa gejala pencernaan atau lambung sebenarnya sudah dialami oleh setengah dari pasien tersebut.

    5. Mata Merah
    Berdasarkan penelitian dari China, Korea Selatan, dan negara lainnya menunjukkan bahwa sekitar satu hingga tiga persen pasien positif COVID-19 juga menderita konjungtivitis atau yang lebih sering disebut mata merah muda.

    6. Tidak Peka Terhadap Bau dan Rasa
    Kehilangan bau dan rasa ternyata juga dialami oleh para penderita Covid-19. Pada kasus COVID-19 yang ringan hingga sedang, hilangnya kemampuan untuk mencium bau dan mengecap rasa bisa muncul sebagai salah satu tanda awal COVID-19 yang paling tidak biasa.

    "Apa yang disebut anosmia, yang pada dasarnya berarti kehilangan penciuman, tampaknya merupakan gejala yang dikembangkan oleh sejumlah pasien," kata Dr. Sanjay.

    7. Sakit Tenggorokan
    Sakit tenggorokan juga dirasakan oleh pasien corona. WHO menemukan sebanyak 14% dari 6 ribu kasus COVID-19 di China memiliki gejala berupa sakit tenggorokan dan sakit kepala.

    8. Nyeri Otot
    Menurut para ahli, nyeri otot bisa menjadi tanda ciri-ciri terkena virus corona yang serius. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyatakan, gejala nyeri otot terjadi pada 15 persen pasien COVID-19. Dikutip dari The Sun, nyeri otot disebabkan bahan kimia sitokin yang dilepaskan ke tubuh sebagai respon terhadap infeksi.

    9. Penyakit saraf
    Kondisi penyakit saraf ternyata bisa menjadi ciri-ciri terkena virus corona. Gejala penyakit saraf yang pernah dilaporkan pasien, di antaranya kejang, kebingungan, pusing, sakit kepala, mengigau, kebas, hingga stroke.

    10. Lesi pada Kulit
    Dokter menemukan sejumlah gejala pada pasien Corona memiliki lesi kecil di kaki mereka. Penelitian yang dimulai di Spanyol ini memperkirakan hal ini adalah gejala lain dari Corona. "Mereka adalah lesi ungu (sangat mirip dengan cacar air, campak atau chilblains) yang biasanya muncul di jari kaki dan biasanya sembuh tanpa meninggalkan bekas," kata dewan dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Medical Daily (19/4/2020).

    Lesi kulit merupakan jaringan kulit yang tumbuh secara abnormal, baik di permukaan ataupun di bawah jaringan permukaan kulit.

    11. Kabut Otak
    Dikutip dalam The Sun, pasien COVID-19 bernama Thea Jourdan mengalami gejala kabut otak atau kelelahan mental. Akan tetapi kabut otak ini belum dipastikan secara resmi.

    Ia mengalami kabut otak yang diawali dengan merasa lelah yang hanya ingin tetap di tempat tidur. Ia tidak batuk dan demam, tapi ia merasakan sensasi seperti menghirup bedak di paru-paru.

    12. Kelelahan
    Salah satu gejala virus corona menurut WHO adalah kelelahan ekstrem. WHO melaporkan hampir 40 persen dari 60 ribu pasien positif COVID-19 mengalami kelelahan yang ekstrem di awal gejala. Rasa lelah ini terus berlanjut sampai virus tersebut hilang dari tubuh.

    13. Gatal-gatal
    Para ahli kulit dari Perancis percaya bahwa ruam dan gatal tanpa sebab yang terjadi pada kulit, bisa jadi gejala infeksi virus Corona. Ini dialami oleh beberapa pasien. Gejalanya muncul pada kulit yang terlihat bintik-bintik. Untuk beberapa kasus, bintik-bintik merah tidak hanya gatal tetapi juga memberikan sensasi terbakar karena respon imun terhadap sistem saraf penderitanya.

    14. Kulit seperti 'Tersetrum'

    Gejala lain yang tak biasa saat seseorang terinfeksi virus Corona adalah kulit seperti 'tersetrum'. Akan tetapi menurut Kepala Perawatan Penyakit menular di ProHealth Care Associates, Dr Daniel Griffin yang dikutip dari New York Post mengatakan kondisi ini bukanlah gejala umum melainkan reaksi antibodi.

    Diberitakan oleh :
    https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4985943/14-gejala-virus-corona-ada-yang-baru-dan-disebut-mirip-campak?utm_content=detikhealth&utm_term=echobox&utm_medium=oa&utm_campaign=detikcomsocmed&utm_source=Facebook#Echobox=1587525994





    Dokter Spesialis paru dari Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan Diah Handayani menjelaskan bahwa  :


    Virus corona 2019-nCoV, Apa dan bagaimana penyebarannya?

    • Virus yang menyerang sistem pernafasan manusia.
    • Bedanya dengan virus lain, ujar Diah, virus corona ini memiliki virulensi atau kemampuan yang tinggi untuk menyebabkan penyakit yang fatal.
    • Virus ini berbahaya jika telah masuk dan merusak fungsi paru-paru, atau dikenal dengan sebutan Pneumonia, yaitu infeksi atau peradangan akut di jaringan paru yang disebabkan oleh virus dan berbagai mikroorganisme lain, seperti bakteri, parasit, jamur, dan lainnya.
    • Virus ini berat karena bukan lagi hanya menyebabkan flu atau influensa tapi dia menyebabkan Pneumonia
    • Proses penyebaran virus ini melalui udara yang terinhalasi atau terhirup lewat hidung dan mulut sehingga masuk dalam saluran pernafasan.
    • Virus ini masuk melalui saluran nafas atas, lalu ke tenggorokan hingga paru-paru.
    • Belum 100 persen. Tapi dilihat dari sekian ratus kasus yang dipelajari, dan sifat dasar virus, maka inkubasi virus ini dua sampai 14 hari. Itu mengapa kita mewaspadai periode dua minggu itu," kata Diah.




    Gejala virus corona: Batuk, flu, demam hingga sesak nafas

    • Virus corona 2019-nCoV memiliki gejala yang sama dengan infeksi virus pernafasan lainnya.
    •  Gejala ringannya yaitu flu disertai batuk. Kemudian, jika memberat, akan menyebabkan demam dan infeksi radang tenggorokan.
    • Kemudian jika masuk ke saluran nafas, kata Diah akan menyebabkan bronkitis.
    • Yang berat ketika semakin jauh infeksi ke saluran nafas bawah, itu Pneumonia lengkap. Selain itu, bisa juga disertai gejala infeksi virus ke organ lain, yaitu diare.




    Apakah virus corona bisa disembuhkan?

    • Semua virus corona, termasuk virus corona 2019-nCoV belum ada obatnya.
    • Walaupun virus ini memiliki risiko kematian, namun angkanya masih rendah dibandingkan orang yang terjangkit dan kemudian sembuh.
    • Tapi bisa (disembuhkan), terbukti yang sakit sudah ribuan tapi yang meninggal kan sedikit. Jadi dia tetap sebuah virus yang bisa disembuhkan.
    • Proses pengobatan yang dilakukan adalah terapi pendukung dengan cara meningkatkan daya tahan tubuh. Boleh obat flu biasa kalau masih ringan, kalau demam diberi obat anti demam.
    • Beberapa korban meninggal umumnya tidak hanya semata disebabkan oleh 2019-nCoV, namun juga dipengaruhi faktor kerentanan seperti usia yang sudah tua sehingga daya tahan tubuh lemah dan juga penyakin lain yang




    Bagaimana penanganannya jika terkena virus corona?

    • Prosedur yang dilakukan terhadap pasien terduga mengidap virus corona adalah dengan menempatkannya dalam ruang isolasi. Tujuannya, katanya, agar penularan ke orang lain dapat dicegah.
    • Jika terduga masih menunjukan gejala awal, maka pasien akan mendapatkan obat demam, batuk dan flu, disertai dukungan makanan yang sehat agar meningkatkan daya tahan tubuh dalam melawan virus tersebut.
    • Jika, gejalanya hilang dan hasil telah negatif, pasien kemudian akan dipulangkan. Pemeriksaan pembuktian pun dapat dilakukan dengan cepat.
    • Tapi kalau pasien sudah pneumonia, dan biasanya demam tinggi maka diinfus karena butuh cairan banyak, dan diberikan obat lainnya tergantung derajatnya.
    • Kemudian, kalau benar-benar sembuh, batuk dan semua gejala hilang, kita pantau, terus kita pulangkan. Tidak perlu khawatir (menular) karena berarti badannya telah sukses melawan virus dengan sendirinya. Jadi tidak menular lagi.




    Cara mencegah: jalani pola hidup sehat dan etika batuk

    Terdapat beberapa cara untuk mencegah tertular virus corona ini.

    Pertama adalah dengan menjalani pola hidup yang sehat dengan cara memberikan asupan makan yang sehat dan sempurna.

    Kedua, istirahat cukup dan mengimbau perokok untuk berhenti merokok.

    Ketiga adalah selalu cuci tangan usai ke tempat umum atau menyentuh alat-alat publik karena berpotensi mengandung virus yang disentuh oleh pengidap virus corona.

    Keempat jangan lupa juga untuk menggunakan masker saat di ruang publik.

    Lalu bagi yang sakit flu dan batuk, tanamkan etika batuk. Jadi ketika batuk ditutup dengan tisu. Lalu jangan meludah sembarangan, buang dahak sembarangan, juga hindari kerumunan dan lekas periksa ke dokter.




    Apakah Indonesia memiliki fasilitas memadai?

    Indonesia memiliki kemampuan dari kapasitas pencegahan dan pengendalian, hingga diagnosis virus dan terapi penanganan.

    Ada tiga RS, yaitu RS Persahabatan, Sulianti Saroso dan RSPAD. Semua memiliki kemampuan bahkan saat pasien mengalami kondisi pneumonia, ada alat-alat. Jadi kapasitas pelayanan kesehatan Indonesia siap.

    fasilitas kesehatan telah memadai untuk melakukan terapi pendukung bagi korban terinfeksi virus corona.

    Dari pintu masuk penyaringan dengan thermo scanner, lalu evakuasi jika terindikasi dan isolasi. Jadi fasilitas kesehatan di Indonesia mampu.





    --------------------------------------------------------------------------------

    3 Fakta Penyebaran Virus Corona Terbaru :


    1. Sulit Bertahan di Luar Tubuh Manusia

    Tahukah kamu jika virus korona memiliki bentuk fisik berukuran 100-120 nanometer dan berbentuk bulat? Inilah alasan pencegahan infeksi virus ini bisa efektif dengan menggunakan masker. Dengan catatan, masker yang digunakan harus memiliki pori lebih kecil dari 100 nanometer.

    Virus corona miliki sifat host specific, yakni menyebar dari manusia ke manusia dengan cara penularan langsung melalui bersin atau batuk. Virus ini tidak stabil ketika berada di udara dan hanya bisa bertahan selama 3 jam, sehingga penularan melalui udara kecil kemungkinannya. Oleh karena itu, pencegahan penyebaran virus ini penting dilakukan dari diri sendiri.


    2. Menyerang Sistem Pernafasan

    Virus corona memiliki perbedaan dibandingkan virus lainnya, virus ini memiliki kemampuan untuk memberikan dampak fatal bagi pengidapnya. Tingkat bahaya dari virus ini pun apabila telah masuk ke paru-paru. Akibatnya, akan merusak fungsi paru dan menyebabkan pneumonia yaitu peradangan akibat virus serta mikroorganisme lain. Dengan kondisi ini, pertukaran oksigen menjadi sulit sehingga pengidapnya bisa mengalami kegagalan pernafasan. Dikutip dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) masa inkubasi virus ini adalah 2-14 hari sehingga apabila seseorang dicurigai terjangkit virus corona, maka harus segera diobservasi dan diisolasi.


    3. Bisa Muncul Tanpa Gejala

    Hingga saat ini, penelitian lebih lanjut mengenai virus corona masih terus dilakukan. Gejala awal yang sebagian besar dirasakan adalah batuk, flu, demam, dan sesak nafas. Namun, menurut jurnal The Lancet yang ditulis oleh sekelompok dokter yang melakukan penelitian di Hong Kong. Orang yang terkena virus corona ini bisa saja sakit tanpa gejala umum seperti pengidap sebelumnya.



    Hal ini ditemukan setelah tim peneliti melakukan observasi pada 6 anggota keluarga yang melakukan perjalanan ke Cina pada 15-16 Januari lalu. Satu orang dari 6 anggota keluarga tersebut tidak melakukan perjalanan ke Cina dan tidak menunjukkan gejala terjangkit virus corona. Namun, saat dilakukan pemeriksaan paru-paru terlihat ada gangguan pernafasan. Padahal, ia tidak mengalami gejala umum seperti demam, flu, atau batuk.



    Oleh karena itu, perhatikan kondisi kesehatan kamu lebih baik lagi. Apabila merasakan gejala yang mencurigakan, terutama gangguan pada pernafasan sebaiknya segera periksakan diri ke rumah sakit.





    --------------------------------------------------------------------------------

    Corona virus menyerang siapa saja namun risiko lebih besar pada orang dengan daya tahan tubuh lemah, misal anak kecil dan orang tua. Serangan coronavirus pada orang dengan sistem imun lemah bisa mengakibatkan infeksi saluran pernapasan bawah yang lebih serius. Penyakit akibat infeksi saluran pernapasan bawah adalah pneumonia atau bronkitis.


    MERS, SARS, dan coronavirus Wuhan hingga sekarang lebih sering ditemukan pada orang tua meski riset masih terus dilakukan. Pasien coronavirus Wuhan kebanyakan berusia lebih dari 40 tahun dan belum ditemukan pada anak-anak.




    Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) pada Selasa (11/2/2020) mengumumkan bahwa " Covid-19" menjadi nama resmi baru untuk coronavirus yang pertama kali diidentifikasi di China pada 31 Desember 2019.

    Nama itu telah dipilih untuk menghindari referensi ke lokasi geografis tertentu, spesies hewan, atau sekelompok orang sesuai dengan rekomendasi internasional untuk penamaan dan menghindari stigmatisasi.


     Covid-19  = "co" berarti "corona", "vi" untuk "virus", dan "d" untuk "disease (penyakit)".







    Review :
    https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-51232803
    https://www.halodoc.com/3-fakta-terbaru-penyebaran-virus-corona
    https://news.detik.com/berita/d-4870975/virus-corona-kenali-gejala-penyakit-dan-obatnya
    - img, https://zenith.news/coronavirus-56-dead-and-1975-infected-as-canada-reports-1st-case/
    https://www.kompas.com/tren/read/2020/02/12/063200865/ini-alasan-who-memberi-nama-resmi-covid-19-untuk-virus-corona?page=all#page2



    1 comment:

    1. AJO_QQ poker
      kami dari agen poker terpercaya dan terbaik di tahun ini
      Deposit dan Withdraw hanya 15.000 anda sudah dapat bermain
      di sini kami menyediakan 9 permainan dalam 1 aplikasi
      - play aduQ
      - bandar poker
      - play bandarQ
      - capsa sunsun
      - play domino
      - play poker
      - sakong
      -bandar 66
      -perang baccarat (new game )
      Dapatkan Berbagai Bonus Menarik..!!
      PROMO MENARIK
      di sini tempat nya Player Vs Player ( 100% No Robot) Anda Menang berapapun Kami
      Bayar tanpa Maksimal Withdraw dan Tidak ada batas maksimal
      withdraw dalam 1 hari.Bisa bermain di Android dan IOS,Sistem pembagian Kartu
      menggunakan teknologi yang mutakhir dengan sistem Random
      Permanent (acak) |
      Whatshapp : +855969190856

      ReplyDelete

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad